Setelah sebelumnya telah dibuat kartu Natal terkecil di dunia oleh National Physical Laboratory, Inggris, kini kartu ucapan tahun baru 2018 terkecil di dunia juga telah dibuat. Kabar baiknya adalah, kartu ucapan tahun baru ini dibuat oleh para peneliti dari Indonesia.

Ukuran kartu ucapan tersebut hanya berukuran 25 mikrometer atau hanya sebesar virus polio. Virus polio sendiri merupakan virus dengan ukuran terkecil di dunia, jadi bisa dibayangkan sekecil apa ukuran kartu ucapan ini.

Kartu ucapan ini dibuat oleh para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian (Puslit) Fisika di Laboratorium Focused Ion Beam (FIB).

Dalam pernyataan pers yang dikirimkan kepada Kompas.com, Minggu (31/12/2017), pembuatan kartu ucapan ini menggunakan metode proses ukiran (engraving) di atas material wafer silikon. Metode tersebut memanfaatkan energi yang dihasilkan dari tembakan iom galium yang difokuskan.

Alat untuk membuat kartu ucapan ini sendiri yaitu Dual-Beam FIB. Saat ini, alat tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia.

"Kami bertekad untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ini adalah salah satu itikad kami para peneliti untuk mengenalkan teknologi terbaru yang Indonesia miliki kepada masyarakat luas," kata Dr Eni Sugiarti, peneliti dan pakar karakteristik nano material Puslit Fisika LIPI.

"Dengan adanya teknologi ini, diharapkan kualitas penelitian di Indonesia terus meningkat dan tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya," ungkap Dr Rike Yudianti, kepala Puslit Fisika LIPI.


Indonesia tahun ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam lima tahun terakhir. Tetapi pertumbuhan industri e-commerce justru semakin pesat di tengah perlambatan laju ekonomi tanah air.  "Bukan tak mungkin nantinya industri e-commerce dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional," harap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Terlebih, kebanyakan pelaku bisnis e-commerce di tanah air berskala kecil dan menengah (UKM). Seperti yang kita ketahui, bisnis UKM menjadi usaha yang paling tahan banting di saat krisis ekonomi sekalipun. Melalui industri e-commerce, Rudiantara berharap dapat terus dikembangkan dan mendukung perekonomian Indonesia yang diprediksi menjadi kekuatan ekonomi baru dunia pada tahun 2020 nanti.

Potensi industri e-commerce di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dari data analisis Ernst & Young, dapat dilihat pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di tanah air setiap tahun meningkat 40 persen. Ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Tak hanya sekedar untuk mencari informasi dan chatting, masyarakat di kota-kota besar kini menjadikan internet terlebih lagie-commerce sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Perilaku konsumtif dari puluhan juta orang kelas menengah di Indonesia menjadi alasan mengapa e-commerce di Indonesia akan terus berkembang.

Berbicara mengenai industri ini memang tidak semata membicarakan jual beli barang dan jasa via internet. Tetapi ada industri lain yang terhubung di dalamnya. Seperti penyediaan jasa layanan antar atau logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat industri e-commerce harus dikawal agar mampu mendorong laju perekonomian nasional.

Bisnis ini memiliki nilai bisnis yang sangat besar, tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur bisnis online ini. Pada akhir tahun 2014 saja, nilai bisnis industri e-commerce Indonesia mencapai USD 12 miliar.

Oleh karena itu pada akhir tahun 2014, Pemerintah Indonesia dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkolaborasi dengan Kementerian Kominfo dan Kementerian/lembaga terkait, para pemangku kepentingan dari kalangan asosiasi dan pelaku usaha e-commerce, serta konsultan kaliber dunia Ernst & Young, yang bekerja secara pro bono dengan mengerahkan tenaga ahli multi disiplin mereka dari regional dan global, mulai bekerja untuk mengembangkan E-commerceRoadmap dan bekerja bersama-sama dalam menyiapkan ekosistem yang baik untuk mengembangkan industri e-commerce lokal.

Setelah melakukan workshop dan roadshow yang dilakukan oleh kementerian dan perlaku industri, terciptalah draft Indonesia E-commerceRoadmap yang saat ini dalam tahap finalisasi di tingkat kabinet. Diharapkan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat melakukan Rapat Terbatas Kabinet untuk memberikan arahan dimulainya pelaksanaan inisiatif-inisiatif solusi terkait dengan isu-isu seputar e-commerce sehingga mendukung dan mendorong potensi pertumbuhan e-commerce Indonesia yang sesungguhnya.

Lalu sebenarnya apa yang menghambat potensi pertumbuhan e-commerce di Indonesia? Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ada enam isu, yaitu pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, logistik, serta edukasi dan sumber daya manusia. Isu-isu tersebut harus dikerjakan bersama-sama dengan lembaga terkait agar menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan tersinkronisasi.

Adapun kementerian dan lembaga-lembaga tersebut antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM, Pos Indonesia, ASPERINDO, IdEA, dan lain-lain.

Tidak hanya itu, pemerintah juga merumuskan prinsip-prinsip utama dalam mengembangkan e-commerce lewat aksi afirmatif. Lima prinsip tersebut, antara lain seluruh warga Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses serta menjadi pelaku e-commerce, seluruh warga Indonesia memiliki ilmu dan pengetahuan agar dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk perekonomian, meminimalisir hilangnya lapangan pekerjaan saat era transisi menuju perekonomian digital, implementasi perangkat hukum dan kebijakan harus mendukung keamanan e-commerce yang mencakup technology neutrality, transparansi dan konsistensi internasional, dan utamanya pelaku bisnis e-commerce lokal terutama pelaku bisnis pemula dan UKM harus mendapatkan perlindungan yang layak serta menjadi prioritas utama.

Selain memberikan stimulus kepada para pelaku bisnis e-commerce mulai dari level pemula, UKM, hingga established business, pemerintah juga harus didukung oleh masyarakat , pihak swasta, media, maupun organisasi non-profit untuk mendorong e-commerce menjadi sebuah gerakan nasional/kampanye.

Indonesia harus belajar dari Tiongkok yang sudah meluncurkan Five Year Plan for the Development of e- Commerce pada tahun 2011. Dalam waktu tiga tahun, volume transaksi bisnis e-commerce Tiongkok sudah mencapai 10,1 persen dari total penjualan ritel dengan angka mencapai USD 426.

Indonesia dapat dikatakan memiliki bekal yang ciamik untuk menjadi negara dengan industri e-commerce terkemuka di masa depan. Selain memiliki sumber daya manusia yang tak kalah bagus, pasar lokal juga menjadi potensi besar untuk mengembangkan e-commerce.

Pada akhir tahun 2015, nilai bisnis e-commerce tanah air diprediksi sekitar USD 18 miliar. Pada tahun 2020, volume bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai USD 130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50 persen.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia ingin menempatkan Indonesia sebagai Negara Digital Economy terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Selain adanya E-commerceRoadmap, pemerintah menargetkan dapat menciptakan 1.000 technopreneurs baru pada tahun 2020 dengan valuasi bisnis USD 10 miliar.

Kondisinya saat ini banyak pelaku bisnis e-commerce pemula baik perdagangan onlinemaupun start-up digital dengan ide-ide segar dan inovatif yang kurang memiliki akses atau pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya. Untuk itu, pemerintah akan mendorong tumbuhnya technopreneurs baru, baik dengan menggandeng mentor-mentor technopreneurs terkemuka, data center, technopark, serta memberikan pendanaan. Sedangkan bagi pelaku bisnis UKM diharapkan mampu naik tingkat menjadi pelaku usaha besar, bahkan menggurita hingga internasional.

Dengan pertumbuhan bisnis online yang begitu pesat, masyarakat Indonesia akan mendapatkan manfaat positif dalam perekonomian seperti pertumbuhan kesejahteraan, pertumbuhan lapangan kerja baru dan lain-lain. Dengan demikian Indonesia tidak lagi sekadar menjadi target pasar bisnis internasional, tetapi sebaliknya dapat menjadi pengusaha e-commerce yang mumpuni hingga menjangkau pasar luar negeri.

Pada tahun 2020, revolusi bisnis online Indonesia diprediksi akan mendongkrak Pendapatan Domestik Bruto sebesar 22 persen. Melihat perkembangan e-commerce di Tiongkok, maka kemungkinan hal yang sama dapat terjadi di Indonesia begitu besar karena Indonesia dan Tiongkok memiliki karakter yang sama.

Dengan populasi yang bejibun, Indonesia dan Tiongkok menyediakan pasar yang begitu besar bagi pelaku bisnis lokal maupun internasional. Jika potensi ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sudah pasti akan mendongkrak perekonomian nasional.

kominfo.go.id


Stephen Hawking telah mengatakan sebelumnya, dan ia kembali mengatakannya: “Jika mahluk asing dari luar Bumi memanggil, jangan menjawabnya, tidak tanpa pertimbangan."

Dalam film pendeknya yang berjudul “Stephen Hawking’s Favorite Places”, ilmuwan tersebut melakukan perjalanan lewat teknologi computer dengan penggambaran pesawat antariksa. Teknologi tersebut menyajikan pemandangan lubang hitam dan Gliese 832c, sebuah planet yang mirip dengan Bumi di luar sistem tata surya.

Tak hanya Gliese 832c yang memiliki penampakan hampir seperti Bumi. Pada Agustus lalu, ilmuwan mengumumkan bahwa Proxima b, sebuah planet yang mengorbit pada Proxima Centauri, memiliki suhu yang memungkinan adanya air dan kehidupan.

Namun jika kita menerima sinya dari tempat-tempat ini, Hawking meminta untuk tidak menjawab sinyal tersebut.

“Kira tidak perlu menjawabnya kembali,” ujarnya dalam film tersebut. “Bertemu dengan peradaban maju akan membuat kondisi kita seperti warga asli Amerika ketika bertemu dengan Colombus. Dan hal itu tidak membawa hal positif.”

Stephen Hawking (Wikimedia Commons)
Hawking berpikir bahwa kita hanya perlu melihat diri kita sendiri, tanpa harus melihat bagaimana kehidupan yang lebih cerdas dari tempat asing lain. Hal tersebut memiliki kemungkinan akan membawa sesuatu yang tidak ingin kita lihat.

Bayangkan jika mereka (alien) telah menggunakan kapal yang secara massif bergerak dan menggunakan seluruh sumber daya yang ada di planet mereka.

Dengan kemajuan yang ada, memungkinkan mereka untuk memperoleh sumber daya yang mampu memenuhi tank bahan bakar kapal mereka dari planet manapun yang dapat mereka capai.

Otakcerdas | Veve Zulfikar itulah nama yang mungkin lebih falimliar di telinga kamu dari pada nama aslinya yang cenderung panjang dan ( maaf ) susah di ucapkan. putri dari Ust. Zulfikar ini mungkin tidak asing lagi bagi kalian yang sering mendengarkan musik-musik islami ataupun lagu religi yang lain. veve sering muncul di beberapa stasiun televisi terutama ketika dibulan ramadhan yang di undang sebagai bintang tamunya.

Anak pertama dari ust. zulfikar ini usianya memang masih sangat muda, namun prestasi yang dihasilkan sudah dalam kategori sangat banyak, dari lomba qiro'ah tingkat daerah sampai tingkat provinsi sudah pernah diraihnya. bahkan dari videonya bermunculan di instagram, youtube sampai akhirnya kita semua dapat melihat veve muncul di televisi. itu semua bukanlah hal yang tiba-tiba. semua diawali dari proses yang sangat panjang.


Dalam kesibukannya, Otakcerdas mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Veve Zulfikar. untuk itu yuk langsung saja kita simak.

Veve Zulfikar itu siapa sih ?

"Veve adalah nama kecil sekaligus nama panggilan dari nama lengkapnya adalah Veryal Eisha Aqila Zulfikar, sedangkan zulfikar adalah nama dari ayah veve yaitu ustad zulfikar. veve lahir di jombang tanggal 07 juli tahun 2003, dan sekarang tinggal di komplek House of Tilawah wilayah Sedati Kota Sidoarjo Provinsi Jawa Timur."

Ohh gitu, lalu hal yang paling veve suka dan paling benci itu apa ?

"Kalau hal yang paling veve suka sih sebenarnya semua suka yang penting halal, kalau yang paling tidak suka adalah di resekin temen. dan untuk warna yang paling veve suka adalah Hitam-purple-pink."



Abinya kan hafidz yah, apakah veve hafidz juga ?

"Inginya sih begitu, doakan saja Insyaa Allah veve bisa mengikuti jejak abi Zulfikar supaya bisa meneruskan estafet kebaikan, dan bisa terus menginspirasi abg-abg jaman sekarang."

Sekarang veve sekolahnya dimana ?

"Sekarang veve sekolah di SMP Asa Cendekia Sedati Sidoarjo, tapi dulu veve juga pernah di pondok pesantren, tepatnya di Pesantren Sabilun Najah Watukosek kota Pasuruan, walaupun pesantrenya milik kakek sendiri yaitu ( DR.KH.Muh Rodji Shihab, SH.,MA ) hehe,.jadi kalau makan pulang ke rumah kakek.  ya memang di keluarga besar veve sebagian besar punya pesantren. dulu veve di pesantren selama 4 tahun."


Veve suka sholawat, atau punya group sholawat gitu ?

"Kalau sholawatan veve suka banget, tapi untuk group veve sementara gak punya karena aktivitas veve yang cukup padat juga ditambah dengan kegiatan sekolah yang memang sudah fullday school. tapi kalau tampil yang biasanya di ajak mendadak gitu, kayak bintang tamunya, jadi groupnya ganti-ganti hehe.."

Tadi menyebutkan tentang House of Tilawah, itu apa sih ?

"Oh itu, House Of Tilawah itu awalnya Majelis Pembinaan Tilawah Al-Quran rutin yang diadakan di rumah seminggu sekali dan pembinanya adalah Abi Zulfkar, Tahun 2003, waktu veve lahir dulu ada santrinya abi dari Australia yang belajar ngaji kerumah, mereka ngaji selama seminggu, dan akhirnya setiap liburan mereka kerumah, kebetulan punya saudara di malang. dari situ mereka menyebut rumah veve dengan julukan House Of Tilawah, gitu.."

"Karena semakin hari semakin bertambah banyak santrinya dan lokasinya jauh dari rumah masing-masing ( ada yang dari kalimantan, sulawesi, sumatera, dan bahkan singapura, malaysia ) akhirnya abi juga bingung mikiran tempat tinggal mereka, dari situlah akhirnya dibuat sebuar asrama pesantrenya, Pesantren khusus tilawah. tapi disini mereka juga diajarkan Nasyid, Ceramah, dan lain-lain."


"Walaupun bangunan fisik masih terus dibangun Tapi House Of Tilawah sendiri masih tetap eksis, karena banyak sejarahnya, banyak riwayatnya. udah melahirkan banyak qori juara, dari juara kecamatan sampai juaran Nasional, melahirkan munsyid-munsyid terbaik di Jawa Timur."

Veve pernah juara provinsi itu lomba apa ?


"Waktu itu veve ikut lomba MTQ tingkat provinsi, alhamdulillah veve juara 3, karena waktu itu veve lagi batuk, abi zulfikar dulu juga sering diundang Qiroah di Istana Negara Jakarta, jadi akrab sama Presiden ke-6 SBY, abi dulu juga pernah tinggal di jakarta. selain qori, veve juga jagi dalam matematika dan melukis. veve juga bisa masak dikit-dikit hehe.."

Itulah perbincangan bersama veve zulfikar, seorang putri berprestasi yang masih terus tumbuh dan berkembang, yang diharapkan masih mempunyai banyak waktu untuk terus menginspirasi para remaja-remaja seusianya untuk tetap belajar ilmu agama dan memberitahu saudari muslimnya bahwa berhijab itu kekinian.

An image from IARPA’s AI challenge shows a burial site.
Photos: DigitalGlobe/IARPA
 Satelit mata-mata dan sepupu komersial mereka mengorbit Bumi seperti segerombolan paparazzi ruang angkasa, menangkap puluhan terabyte gambar setiap hari. Banjir citra satelit meninggalkan badan intelijen A.S. dengan kasus FOMO terbesar di dunia - "takut kehilangan" - karena analis manusia hanya dapat menyaring begitu banyak gambar untuk menemukan fasilitas pengayaan nuklir baru atau rudal yang dikirim ke lokasi yang berbeda. Itu sebabnya pejabat intelijen A.S. telah mensponsori sebuah tantangan intelijen buatan untuk secara otomatis mengidentifikasi objek yang diminati pada gambar satelit.

Sejak Juli, para pesaing telah melatih algoritma pembelajaran mesin di salah satu set data publik terbesar di dunia yang tersedia untuk citra satelit yang mengandung 1 juta objek berlabel, seperti bangunan dan fasilitas. Data disediakan oleh Kegiatan Penelitian Lanjutan Intelijen A.S. (IARPA). Ke-10 finalis akan melihat algoritma AI mereka berhasil mencetak data tersembunyi dari citra satelit saat tantangan tersebut ditutup pada akhir Desember.

Tujuan agensi dalam mensponsori Fungsional Map of the World Challenge sejalan dengan pernyataan yang dibuat oleh Robert Cardillo, direktur Badan Intelijen Nasional Geospasial AS, yang telah mendorong solusi AI yang dapat mengotomatisasi 75 persen beban kerja yang saat ini dilakukan oleh manusia yang menganalisis satelit. gambar

"Tampaknya bagi saya seperti badan-badan ini ingin menghasilkan peta secara otomatis," kata Mark Pritt, seorang ilmuwan riset di Lockheed Martin, "tanpa harus melihat manusia secara langsung pada citra satelit dan berkata, 'Oh, ada cerobong asap di sana, izinkan saya menandainya di peta. 'Peta hari ini dibuat secara manual. "

Pritt dan rekan-rekannya di Lockheed membentuk salah satu dari banyak tim dari akademisi, laboratorium pemerintah, dan sektor swasta yang bersaing dengan total hadiah uang sebesar US $ 100.000. Mereka dan kontestan lainnya sangat ingin menyebarkan algoritma pembelajaran mendalam yang dapat mengenali pola tertentu dan mengidentifikasi objek yang diminati dalam citra Bumi. Gambar seperti itu biasanya dikumpulkan melalui teknologi penginderaan jauh di atas satelit, pesawat terbang, dan pesawat tak berawak.

Gambar satelit menyajikan tantangan penyortiran yang jauh lebih besar untuk algoritma pembelajaran mendalam daripada foto online wajah, tengara, atau objek manusia. Citra satelit ditembak dari berbagai sudut, di mana benda-benda seperti bangunan mungkin tampak terbalik. Dan penutup awan bisa mengubah bagaimana gambar dari area yang sama muncul dari satu jam ke jam berikutnya.

Citra satelit juga memiliki variasi resolusi yang jauh lebih besar. Itu mempersulit masalah algoritma belajar mendalam, yang biasanya bekerja paling baik dengan ukuran gambar tetap. Insinyur manusia menghadapi trade-off saat memutuskan apakah akan mengubah ukuran keseluruhan gambar dan kehilangan beberapa detail dalam resolusi lebih rendah, atau memotong gambar dan fokus hanya pada satu bagian. Selanjutnya, banyak satelit dapat menangkap gambar Bumi di luar spektrum cahaya yang terlihat, di pita inframerah atau pada panjang gelombang lainnya.

Individu atau tim yang berpengalaman dalam bekerja dengan citra satelit mungkin memiliki kelebihan dibandingkan peneliti dalam pembelajaran lainnya dalam tantangan IARPA. Tapi semua orang masih menghadapi hambatan besar dalam melakukan penelitian mendalam dalam kondisi tidak sempurna citra satelit dunia nyata. Dan para ahli sepakat bahwa algoritma pembelajaran mendalam tidak siap untuk melakukan keseluruhan pekerjaan mereka sendiri, bahkan jika mereka mencapai akurasi 80 atau 90 persen. "Saya pikir keadaan teknologi saat ini memungkinkan kombinasi pria dan mesin untuk benar-benar mendapatkan jawabannya," kata Mike Warren, CTO dan salah satu pendiri Descartes Labs.

Sebuah putaran dari Laboratorium Nasional Los Alamos Departemen Energi AS, Laboratorium Descartes telah menggunakan pembelajaran mendalam untuk secara otomatis menganalisis citra satelit untuk tujuan komersial, seperti memperkirakan panen jagung dan kedelai A.S. Aplikasi ini mewakili "solusi 80 persen untuk 10 persen usaha," kata Warren.

Perusahaan telah mengembangkan banyak kegunaan yang paling menarik untuk pembelajaran mendalam dan citra satelit, kata Grant Scott, seorang ilmuwan data di University of Missouri yang memimpin tim lain yang berpartisipasi dalam tantangan IARPA. Sebagai perbandingan, badan intelijen A.S. jauh lebih tenang tentang kemampuan dan rencana mereka. Namun, tantangan IARPA membuat jelas bahwa lembaga-lembaga ini ingin membangun alat pembelajaran mendalam yang lebih baik untuk analisis citra satelit.

"Saat ini ada program yang ada di dalam kantong komunitas intelijen A.S. Namun, selalu ada ruang untuk perbaikan dalam kecepatan dan pendekatan," kata Hakjae Kim, manajer program untuk IARPA.

Scott dan rekan-rekannya dari Universitas Missouri telah mulai menunjukkan kekuatan untuk menggabungkan citra satelit komersial yang tersedia untuk publik dan kecerdasan sumber terbuka. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada bulan Oktober di Journal of Applied Remote Sensing, mereka menjelaskan bagaimana algoritma pembelajaran mendalam dapat secara akurat mengidentifikasi lokasi rudal permukaan-ke-udara yang diketahui di China pada area seluas hampir 90.000 kilometer persegi.

Algoritma terbaik mereka menghasilkan hasil yang diverifikasi oleh manusia sebagai 98 persen akurat. Algoritma mengambil hanya 42 menit untuk memberikan pembacaan yang sesuai dengan akurasi analis manusia, sedangkan pencarian visual tradisional oleh manusia membutuhkan rata-rata 60 jam.

Hasil seperti pertanda baik untuk tujuan tantangan IARPA dan dapat membantu membangun pembelajaran yang mendalam sebagai alat yang diperlukan. Baik pemerintah maupun perusahaan terus meluncurkan kawanan satelit pencitraan untuk bergabung dengan konstelasi yang ada saat mengintip di Bumi. Operator satelit komersial A.S. DigitalGlobe - yang memberikan citra untuk tantangan IARPA - telah menangkap lebih dari 70 terabyte citra mentah setiap hari. Lebih cepat, daripada nanti, analis manusia akan membutuhkan semua bantuan AI yang bisa mereka dapatkan.

Versi artikel ini dimuat di majalah cetak Desember 2017 sebagai "Wanted: AI That Can Spy."

Images: Carnegie Mellon University
Sebutkan kata-kata yang kuat seperti "kematian" atau "pujian" kepada seseorang yang memiliki pemikiran bunuh diri dan kemungkinan neuron di otak mereka mengaktifkan pola yang sama sekali berbeda dari pada orang yang tidak melakukan bunuh diri. Itulah yang peneliti University of Pittsburgh dan Universitas Carnegie Mellon temukan, dan algoritma yang terlatih untuk membedakan, menggunakan data dari pemindaian otak fMRI.

Para ilmuwan mempublikasikan temuan penelitian skala kecil mereka Senin di jurnal Nature Human Behavior. Mereka berharap untuk mempelajari kelompok orang yang lebih besar dan menggunakan data tersebut untuk mengembangkan tes sederhana yang dapat digunakan dokter untuk lebih mudah mengenali orang yang berisiko bunuh diri.

Bunuh diri adalah penyebab kematian nomor dua di antara orang dewasa muda, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S.. Tapi memprediksi usaha bunuh diri itu menantang. Metode saat ini bergantung pada pelaporan diri pasien melalui kuesioner atau dalam sebuah wawancara, yang seringkali tidak dapat diandalkan.

Terapis yang mewawancarai pasien mungkin akan kehilangan tanda-tanda itu, atau pasiennya tidak apa-apa pada saat wawancara namun kemudian berubah, atau pasien mungkin berbohong, kata David Brent, seorang ketua yang dianugerahi dalam studi bunuh diri di University of Pittsburgh di Pennsylvania dan seorang kolaborator pada laporan. "Pasien mungkin punya alasan untuk tidak jujur-mereka tidak ingin dirawat di rumah sakit," katanya. "Semua faktor tersebut bertentangan dengan prediksi yang akurat."

Pemindaian otak, bagaimanapun, cukup diceritakan, terutama saat dianalisis dengan algoritma, Brent dan rekan-rekannya menemukan. "Kami mencoba untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di otak seseorang saat mereka sedang berpikir untuk bunuh diri," kata Brent.

Pemindaian ini, yang diambil dengan menggunakan fMRI, atau pencitraan resonansi magnetik fungsional, menunjukkan bahwa kata-kata yang kuat seperti 'kematian', 'masalah', 'bebas', dan 'pujian', memicu berbagai pola aktivitas otak pada orang-orang yang bunuh diri, dibandingkan dengan orang yang tidak Itu berarti orang yang berisiko bunuh diri memikirkan konsep itu secara berbeda dari orang lain-yang dibuktikan oleh tingkat dan pola aktivitas otak, atau tanda tangan saraf.

Diperlukan penggunaan algoritma pembelajaran mesin (dalam hal ini pengklasifikasi Gaussian Naive Bayes) untuk mengidentifikasi tanda tangan saraf tersebut. "Akan sangat sulit bagi manusia untuk membedakan pola perbedaan" antara satu kelompok orang dan orang lain, yang melibatkan penghitungan tingkat aktivasi berbagai elemen di banyak wilayah otak, kata Marcel Just, seorang profesor psikologi di Carnegie. Mellon University di Pittsburgh, yang bekerja sama dalam proyek tersebut. "Saya tidak tahu berapa banyak waktu bagi pengklasifikasi untuk melakukan ini," tambahnya saja, "tapi mungkin tepat pada hitungan detik."

Untuk penelitian tersebut, para peneliti merekrut 34 relawan berusia antara 18 dan 30 setengah dari mereka yang berisiko, dan separuh lainnya tidak berisiko melakukan bunuh diri. Mereka menunjukkan kepada peserta serangkaian kata yang terkait dengan aspek kehidupan positif dan negatif, atau kata-kata yang terkait dengan bunuh diri, dan meminta mereka untuk memikirkan kata-kata itu.

Kemudian para peneliti mencatat, dengan fMRI, aliran darah serebral pada relawan saat mereka memikirkan kata-kata itu, dan memberi umpan pada algoritme tersebut, yang mengindikasikan relawan mana yang berisiko bunuh diri dan mana yang tidak. Algoritma kemudian belajar apa tanda tangan saraf di otak orang yang suka bunuh diri cenderung terlihat seperti.

Kemudian mereka menguji algoritma dengan memberi mereka tanda tangan saraf baru untuk melihat seberapa baik mereka bisa memprediksi, berdasarkan pembelajaran dari subjek lain, apakah seseorang tersebut bunuh diri atau tidak. Classifier melakukannya dengan akurasi 91%. Secara terpisah, pengklasifikasi mampu mengidentifikasi, dengan akurasi 94%, yang sukarelawan benar-benar telah melakukan upaya bunuh diri, versus hanya memikirkannya saja.

Menempatkan seseorang di mesin fMRI untuk mencari tahu apakah mereka bunuh diri mungkin tidak praktis, hanya dan Brent berkata. Sebagai gantinya, mereka berharap untuk menggunakan data tersebut untuk mengembangkan tes atau kuesioner yang murah yang dapat menilai risiko bunuh diri lebih andal daripada metode saat ini.

Misalnya, penelitian ini menghubungkan emosi tertentu dengan bunuh diri. "Jika mereka berubah menjadi pasangan yang dapat diandalkan ... Anda bisa menjelajahinya dengan orang-orang dan berpotensi memisahkan emosi dari bunuh diri. Atau Anda bisa menggunakannya untuk memantau kemajuan terapeutik mereka dan lebih tepatnya menargetkan psikoterapi, "kata Brent. Tapi pertama, mereka harus melakukan penelitian yang lebih besar untuk memastikan bahwa emosi dan kata-kata pemicu tersebut berhasil dipasangkan dengan bunuh diri.

Kelompok lain juga telah memberikan beberapa pendekatan menjanjikan untuk penilaian bunuh diri yang menggunakan teknologi teknik komputer. John Pestian di Cincinnati Children's Hospital dan Louis-Philippe Morency telah mengembangkan teknologi yang dapat menilai kualitas suara-pola linguistik dan akustik-yang mengindikasikan risiko bunuh diri.

Dan ada selusin proyek yang menggunakan pembelajaran mesin untuk menambang catatan kesehatan elektronik untuk memprediksi bunuh diri. Salah satu teknik tersebut, yang dikembangkan oleh Colin Walsh di Vanderbilt University di Nashville, melihat obat-obatan, luka-luka dan bahasa alami dalam catatan kesehatan elektronik secara retrospektif, dan memperkirakan pasien mana yang mencoba melakukan bunuh diri dan kapan, sekitar satu minggu setelah kejadian tersebut.

Marcel Just mengerjakan sebuah penelitian baru yang serupa dengan penelitian fMRI, di mana sinyal saraf yang terkait dengan emosi bunuh diri kunci terkait diukur dengan EEG, atau electroencephalography. Teknologi ini jauh lebih murah dan lebih praktis daripada mencoba menggunakan fMRI untuk mengidentifikasi risiko bunuh diri.

"Akan sangat membantu jika berhasil," kata Just. Dia enam bulan untuk hibah dua tahun untuk proyek tersebut, katanya.
loading...
Powered by Blogger.