Muaantap! Zaman Jokowi, Indofood dan Coca-Cola Untuk Pertama Kali Pilih Pakai Garam Lokal

Hampir seluruh kebutuhan garam untuk industri di Indonesia dipenuhi dari impor. Pasalnya, garam hasil produksi di dalam negeri belum mampu memenuhi standar untuk kebutuhan industri. 

Industri aneka pangan membutuhkan garam yang bersih dengan kadar NaCL di atas 94%, untuk industri kaca kadar NaCL minimal 97%, industri farmasi membutuhkan garam dengan kadar NaCL hingga 99%. Sementara rata-rata garam lokal baru memiliki kadar NaCL sebesar 91%.


Ilustrasi
Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah pimpinan Menteri Susi Pudjiastuti berupaya agar Indonesia tak lagi bergantung pada garam impor untuk kebutuhan industri. 

Upaya Susi mulai menemui titik terang, Coca Cola dan Indofood sudah mulai mencoba menggunakan garam lokal yang sudah ditingkatkan kualitasnya.

"Beberapa industri aneka pangan sudah mulai coba, Coca-Cola, Indofood, sudah mulai pakai garam lokal," tutur Sekjen ‎KKP, Sjarif Widjaja, Selasa (29/12/15).

Namun diakuinya, garam lokal yang digunakan oleh Coca Cola dan Indofood masih amat kecil jumlahnya, baru puluhan ribu ton saja. Produksi garam lokal untuk memenuhi permintaan industri memang masih sangat minim.‎


"Sekarang masih sedikit sekali, baru puluhan ribu ton. Masih kecil," ucapnya.

Industri yang merupakan konsumen utama garam impor, yakni PT Asahi Mas, belum mulai menggunakan garam lokal karena ketersediaan dan kualitas garam lokal masih belum memenuhi.

"Konsumen terbesar kan industri kaca, seperti PT Asahi Mas dan sebagainya, mereka butuh 1,1 juta ton," ujar Sjarif.

Sjarif bertekad untuk mulai menggenjot produksi garam untuk industri di dalam negeri. Mulai 2016, pihaknya tak lagi hanya berfokus menggenjot produksi garam, tapi juga mendorong peningkatan kualitasnya.

Bila garam produksi petani bisa mencapai standar untuk kebutuhan industri, kesejahteraan mereka pun akan terangkat karena garam industri dihargai jauh lebih tinggi dibanding garam konsumsi. Karena itu, KKP perlu membantu peningkatan kualitas garam lokal agar kesejahteraan petani garam lebih baik. 
loading...

No comments:

Powered by Blogger.