Bikin Terharu! Akhirnya Marquez dan Rossi Saling Memaafkan

Pebalap andalan tim Repsol Honda Marc Marquez telah menyatakan keinginannya untuk bermaaf-maafan dengan Valentino Rossi. 


Valentino Rossi berpelukan dengan Marc Marquez (Foto: Reuters)
Pebalap berusia 22 tahun ini berharap bisa mengakhiri perselisihan antara keduanya, setelah Rossi menuduhnya melakukan aksi tidak sportif menggiring sesama "Spaniard" Jorge Lorenzo meraih gelar juara dunia MotoGP 2015.

Selasa (10/11/2015) lalu, Marquez mengatakan sudah mengetahui konsekuensinya apa yang akan terjadi kalau finis di belakang Lorenzo bahkan sebelum balapan. "The baby alien" mengaku sudah melakukan upaya maksimal untuk mengalahkan rekan senegaranya Lorenzo pada seri final MotoGP di Valencia. Namun, menurut Marquez, Lorenzo telalu kuat untuk dikalahkan.

"Sepekan terakhir merupakan kondisi yang sulit. Sejak Malaysia saya tidak merasa senang dan saya tidak merasa nyaman dengan kondisi yang ada. Rasanya aneh. Aneh melihat apa yang terjadi di Malaysia, balapan yang saya menangkan dan merebut lima poin dari Jorge," kata Marquez dilansir Crash.net, (10/11/2015). 

"Bagaimanapun, setelah Malaysia saya pikir cara terbaik adalah untuk datang ke Valencia dan memenangkan balapan. Jujur sangat sulit mempertahankan konsentrasi setelah melalui akhir pekan dan tetap fokus. Saya melakukanya dengan baik. Saya mulai benar-benar konsentrasi pada balapan dan mencoba menang," ucap Marquez. 

"Saya tahu situasinya sebelum balapan. Saya tidak bodoh. Saya pikir, jika kamu tidak menang, maka kamu akan ada di posisi ini. Sayangnya, saya tidak bisa memenangkan balapan karena Jorge sangat luar biasa di lintasan, dia yang tercepat di Valencia. Dia meraih lap tercepat di balapan dengan waktu lap yang sangat baik. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi," kata Marquez. 

Marquez sudah menyatakan pada Kamis, jelang seri terakhir di Valencia, berniat mau berdamai dengan Rossi di masa depan. Ungkapan yang kemudian diulangi lagi oleh Marquez pada sesi tes di Valencia. 

"Tentu saya sama sekali tidak setuju dengan Valentino. Dia terlalu menekan saya dengan bertubi-tubi, dia juga menekan Dani (Pedrosa), Honda, Jorge, semua orang. Pada akhirnya saya berharap di masa depan tangan saya akan siap untuk menjabat tangannya," ucap Marquez.
loading...

No comments:

Powered by Blogger.