Pantesan Aktivis Tambang Dibunuh, Ini Fakta Terkuak Main Mata Polisi Dengan Tersangka

Dalam kunjungannya ke Lumajang, Akbar Faisal mendapat cerita bahwa anggota Polsek Pasirian bernama Bripka Sigit Pramono kerap bekerja sama dengan Hariyono.

Aksi Demonstrasi menuntut keadilan atas terbunuhnya aktivis tambang
Informasi yang didapat anggota Komisi III DPR itu, Sigit kerap dijadikan alat show of force Hariyono, Kepal Desa Selok Awar-Awar.

Hariyono sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka penambangan pasir ilegal dan juga tersangka pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan.

Sementara, Anggota Komisi III DPR Benny Kabur Harman juga menyoroti promosi jabatan mantan Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin, yang mendapatkan job AKBP mantap sebagai Kasubbidprodikdikmas Biddikmas Korlantas Polri.

Dia meminta perwakilan Itwasum Polri yang kemarin ikut hadir dalam kunjungan kerja ke Lumajang, memproses Aries.  "Kenapa dia dapat promosi? Saat bertugas saja membiarkan illegal mining," ucapnya.
Benny meminta penyidikan polisi tidak berhenti pada Hariyono. Peran-peran orang lain, termasuk oknum pejabat dan aparat, juga harus diusut tuntas.


Politikus Partai Demokrat itu mempertanyakan mengapa dalam kasus penambangan ilegal tersebut polisi belum menjerat para pembeli pasir dari Hariyono. Padahal jelas, pembeli dari tambang ilegal bisa dikategorikan penadah. "Mestinya kan pasal 480 KUHP bisa diterapkan itu," ujarnya. Afirmasi/JPNN
loading...

No comments:

Powered by Blogger.