Ahli Ibadah yang Difitnah Berzina Karena Durhakai Ibunya

Ibu merupakan sosok mulia yang sangat berjasa kepada anaknya sehingga Islam mengajarkan kepada setiap umatnya untuk selalu menghormati dan tidak membuat hati seorang ibu terluka karena doa seorang ibu akan dikabulkan oleh Allah SWT, ternyata ada sebuah kisah ahli ibadah yang difitnah berzina karena durhakai ibunya dan kisah ini sebagai gambaran bagaimana dahsyatnya doa seorang ibu.

Ahli Ibadah yang Difitnah Berzina Karena Durhakai Ibunya

Islam mengajarkan kepada setiap seorang muslim untuk selalu menghormati, menyayangi, dan mencintai ibunya dengan sepenuh hati serta jangan sampai melukai hati seorang ibu karena doa murka seorang ibu merupakan murka Allah SWT. Banyak sekali kisah yang menggambarkan bagaimana dahsyatnya doa seorang ibu dan akibat seorang anak yang durhaka kepada ibunya, salah satu kisah yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua adalah kisah ahli ibadah yang difitnah akibat melukai hati ibunya. Bagaimana kisahnya?

Kisah ini berasal dari hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yang menceritakan petaka yang dialami oleh seorang ahli ibadah dari Bani Israil akibat melakukan kesalahan kecil yang dapat menyakiti hati ibunya. Ahli ibadah tersebut bernama Juraij yang telah tersohor akan kedekatannya kepada Allah SWT.

Juraij merupakan ahli ibadah yang telah populer dikalangan bani Israil dan dia memiliki mihrab khusus yang dibangunnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Kesalehan Juraij telah terdengar hingga kepelosok negeri dan kegemarannya adalah bertafakur kepada Allah SWT.

Namun sayangnya Juraij telah melakukan kesalahan kecil yang dapat menyakiti hati ibunya. Ibu Juraij datang ke mahrabnya dan ingin menemuinya sehingga sang ibu memanggil-manggil namanya tetapi Juraij tidak menjawabnya karena dia sedang dalam keadaan sholat. Hal ini berlangsung hingga tiga kali sehingga hati ibu Juraij merasa kecewa dan sakit hati. Karena sakit hati, maka ibu Juraij berdoa kepada Allah SWT agar sebelum anaknya meninggal maka terlebih dahulu diperlihatkan akan wajah wanita pezina di depannya.

Hari-hari selanjutnya kehidupan Juraij berlangsung seperti biasa dan kesalehannya semakin tersohor hingga ke penjuru negeri. Tetapi pada suatu hari datanglah seorang wanita cantik yaitu wanita pezina yang ingin menggoda Juraij ahli ibadah yang durhaka karena dia merasa tertantang dengan kesalehan Juraij. Pada umumnya semua laki-laki tunduk akan kecantikannya.

Wanita pezina ini akhirnya mendatangi mihrab Juraij dan melakukan aksinya untuk menggoda ahli ibadah ini. Juraij sama sekali tidak merespon kedatangan wanita ini dan dia tetap menjalankan ibadahnya kepada Allah SWT. Diperlakukan acuh oleh Juraij, akhirnya wanita ini pergi dan mendapati seorang pengembala yang ada di dekat mihrab Juraij. Sang penggembala takluk akan kecantikan wanita pezina ini dan mereka melakukan zina sampai akhirnya sang wanita hamil.

Setelah berbulan-bulan, wanita pezina melahirkan seorang anak dan membawanya di kerumunan banyak orang. Wanita ini mengaku bahwa anak yang dilahirkannya merupakan hasil perbuatan zinanya dengan ahli ibadah Juraij yang difitnah karena mendurhakai ibunya. Mendengar hal ini maka semua orang mendatangi Juraij dan memukulinya serta merusak mihrabnya tanpa bertanya terlebih dahulu akan kebenarannya.

Juraij akhirnya bertanya apa yang terjadi dan apa kesalahan yang telah dilakukannya sehingga semua orang memukulinya dan merobohkan mahrabnya. Salah seorang diantara masyarakat menjelaskan bahwa Juraij telah melakukan zina dan hasil perbuatannya itu adalah seorang anak.

Akhirnya Juraij meminta waktu untuk sholat terlebih dahulu sebelum dihukum. Setelah melakukan sholat akhirnya sang bayi dengan ajaib mengatakan bahwa dia adalah anak si fulan penggembala di sekitar mahrab Juraij. Akhirnya semua orang meminta maaf atas perbuatan mereka dan membangun kembali mihrab Juraij.

Demikian kisah ahli ibadah yang difitnah berzina karena durhakai ibunya yang dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak menyakiti hati ibu meskipun sangat kecil.
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Copyright © 2013-2018 Otakcerdas - All Rights Reserved
Back To Top